Layanan Aqiqah Terbaik di Jogja Telp/Sms/WA 08180 273 1273 atau 0851 034 55331

Senin, 12 Desember 2016

Memberikan Pendidikan Agama Untuk Balita

Kapankah anak sudah mulai bisa berpikir dan belajar agama? Jawabannya adalah di fase balita.

Memberika Pendidikan Agama Untuk Balita

memberikan pendidikan agama untuk balita

Di fase ini, balita sedang berkembang kecerdasannya baik IQ, EQ maupun SQ. Ya, spiritual questions salah satu indikator kecerdasan. Banyak sekali yang mengabaikan kecerdasan ini. Orangtua lebih senang memberi les tambahan si anak seperti membaca dan berhintung cepat, tetapi melupakan sisi agama pada si anak. Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan pendidikan agama untuk balita agar balita tumbuh seimbang jiwanya dan menjadi anak yang baik  tingkah lakunya.

Rumah Jasa aqiqah melansir bahwa memberikan pendidikan agama untuk balita memang gampang gampang susah. Terlebih untuk pasangan muda yang baru memiliki anak. Tentu saja, orangtua ingin memberikan pembelajaran yang efektif. Tidak semata hanya mencoba, ataupun sekedar berusaha, tetapi juga berharap apa yang ditanamkan orangtua akan benar – benar tertanam dalam jiwa si buah hati dan juga akan menjadi dasar untuknya mencari ilmu agama saat sudah lebih dewasa nanti. Agar mendidik agama menjadi efektif, hindarinya kesalahan berikut ini:

•    Belajar agama dengan cara membosankan
•    Belajar agama tanpa diberikan contoh dari orangtua
•    Memaksakan balita untuk beribadah
•    Tidak memperhatikan mood balita terlebih dahulu
•    Tidak konsisten dalam belajar agama
•    Orangtua tidak mencerminkan apa  dipelajari

Perlu diingat, pendidikan agama untuk balita juga sama halnya seperti penanaman kosa kata atau menghapal huruf dan berhitung. Balita membutuhkan perhatian lebih dari orangtua agar belajar tidak membosankan. Seringkali orangtua juga tidak memberikan pelajaran agama dengan contoh langsung, atau tidak mengajaknya untuk langsung praktik beribadah. Contohnya, untuk yang beragama Islam mulailah mengajak balita anda untuk sholat lima waktu walaupun hanya mengikuti gerakannya. Saat mengajaknya praktik langsung juga harus diimbangi dengan penjelasan  - penjelasan sederhana mengenai apa yang dilakukan. Biasanya, balita akan memberikan pertanyaan kepada orangtua tentang Tuhan, tentang peribadahan dan lain sebagainya. Orangtua dituntut untuk siap menjawabnya dengan benar tanpa lupa kapasitas berpikir si buah hati.

Demikian artikel terkait dengan kapan memberikan pendidikan agama untuk balita kami tulis, semoga bermanfaat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar